Menjadi Master Di Bidang Apapun

Ketika Anda ingin menjadi Master di bidang apapun, sudah pasti Anda harus belajar dengan Ahli nya.
misal, Anda ingin menjadi Pemain Sepak Bola , sudah pasti Anda harus belajar dengan Ahli nya yang sudah terbukti menciptakan bintang pemain sepakbola, bukan belajar kepada orang yang tidak bisa bermain bola.
Ketika Anda ingin menjadi pemain Gitar, Anda harus belajar kepada Orang yang ahli dan terbukti sudah menciptakan musisi baru dan pemain gitar handal lain nya, bukan dengan orang yang tidak bisa bermain gitar. itu salah besar.

Dan ketika Anda mau belajar dari yang terbaik, Anda harus melakukan ATM (Amati,Tiru,Modifikasi) dan pada waktu Anda mengamati Anda harus detil dan berpikir, kalau Anda tidak bisa detil Anda tidak akan bisa menyontek dengan baik. Kemudian Anda juga harus berpikir mana tindakan dia yang benar-benar membawakan hasil dan tindakan yang tidak membawa Hasil.
Menang itu mudah kalau sudah menjadi Ahli nya , dan lebih mudah lagi ketika lawan nya sedikit, yang kedua punya alasan yang sangat kuat untuk menjadi menang, yang ketiga Anda belajar dari yang terbaik.

Untuk menjadi master dan menjadi yang terbaik di bidang apapun, pertama belajar dari yang terbaik, kedua Anda harus larut sepenuh nya , apa maksud larut sepenuh nya?
misalnya kita belajar Badminton waktu kita belajar Badminton kita belajar dari juara dunia atau juara All England 8x “Rudy hartono” yang kira-kira yang akan menang ? orang A terus latihan seminggu 5x selama 3 bulan 1x nya 3jam, atau orang B yang berlatih 1x nya 3jam tapi 3 bulan sekali selama 5 tahun ? mana yang kira-kira menang??
sudah pasti Orang A  yang berlatih seminggu 5x ,1x 3jam dan larut sepenuh nya dalam 3 bulan, Ketika Anda larut sepenuhnya kemungkinan Anda menang nya lebih tinggi, kemungkinan masternya lebih tinggi ketimbang Anda tidak Fokus dan mikir kemana-mana.
Rudi-hartono-2013
Kemudian pengulangan dengan ada jeda, seperti Anda berlatih Badminton, Ketika Anda berlatih badminton kalau Anda sendiri sudah larut sepenuhnya, tapi tidak pernah bertanding, tidak pernah mempraktekkan di dunia nyata, Anda tidak akan tahu kelemahan Anda, Atau seperti Katak di dalam tempurung, atau Anda hidup di dalam Zona nyaman Anda sendiri. Dengan Anda melakukan pengulangan dengan ada jeda, maksudnya gini, setelah selesai berlatih Anda jeda, Anda langsung terjun ke masyarakat Anda berlatih dengan kesungguhan, dan pada misalnya Badminton tadi Anda punya kelebihan Jumping Smash yang luar biasa dan orang nya susah sekali tangkap, dan itu kelebihan Anda, Tapi ketika bertanding ternyata lawan nya Netting(pukulan pelan/tidak melambung) terus , akhirnya Anda tidak bisa Smash dan akhirnya Anda kalah. Ketika Anda kalah , Anda pergi ke Ahli nya dan Anda bertanya “pak, ini bola nya gak pernah naik, kapan saya nyeMash nya ?” ahlinya ngomong “Begini nak, kalau Anda kepengen bolanya naik nettingnya caranya gini harus potong 90 derajat, dan bola nya akan bergulir di net dan mau tidak mau lawan nya ngambilnya terlambat dia akan sentak ke atas dan bola nya lambung kamu lalu tambak semaksimal mungkin”. lalu Anda “oh iyam ternyata ketika saya netting lagi, lawan gak bisa netting, akhirnya bola nya melambung, lalu bola nya bisa di smash”. terus nya ke ahli nya lagi “pak kok dari dulu diajarin?” jawabnya “ya salahnya sendiri kenapa kok dari dulu tidak tanya”.
Nah sering sekali kita dalam belajar kita harus melakukan hal yang tadi, Kita praktek terlebih dahulu dengan pengalam nyata di lapangan lalu kita tanyakan kembali kepada Ahli nya, sehingga hidup kita menjadi lebih Baik.

Lalu ada yang bertanya “loh, jadi kita engga boleh belajar dari yang jelek?” “NO, ketika saya kepingin kaya, saya tidak belajar dari orang yang kaya tapi 80% waktu saya,saya fokus kepada orang-orang yang terbukti berhasil 20% saya boleh belajar apapun, kepada siapapun, sehingga pengalaman mereka tidak terulang di saya”.
Nah cara belajar ada 4 hal :

Little boy intent on reading book at school desk
1. Belajar Dari Pengalaman
Belajar dari pengalaman ini adalah cara belajar yang paling berkesan, kita akan ingat seumur hidup, karena kita ngalami sendiri.

2. Belajar Dari Merenung.
Bertanya kepada diri sendiri,berpikir,menganalisa,membandingkan dan menyimpulkan.
cara yang pertama kalau kita Belajar dari pengalaman itu sering kali menghabiskan waktu, menghabiskan uang, menghabiskan tenaga, dan menghabiskan Emosi, dan menghabiskan daya tahan. khusus nya di bidang bisnis,Anda belajar dari praktek di lapangan bagus, tapi dalam hal ini Anda harus bangkrut dulu berkali-kali , itu sangat-sangat tidak enak. Boleh lah bankrut sekali/dua kali, tapi kalau terus menerus baru Anda pintar, itu telalu lama, jadi ada baiknya juga Anda yang nomor 2 ini , yaitu dengan Merenung, dengan merenung,menganalisa serta menimpulkan, itu adalah cara yang paling bermanfaat.
sebagai contoh : kalau Anda mengandalkan belajar berdasarkan pengalaman, karena tidak ada orang pengalaman sampai ke bulan, Anda tidak akan pernah sampai ke bulan, Orang bisa sampai ke bulan karena dia merenung,menganalisa, dan menyimpulkan , sehingga dia bisa pergi atau mendapatkan hasil yang lebih dibandingkan masa lalu.

3. Belajar Secara Langsung dari mentor dari teman atau orang yang sudah berhasil di bidangnya.
Ini adalah cara yang paling cepat, maksudnya apa caranya yang paling cepat? , yaitu Anda ditunjukan secara langsung kalau begini efek nya begini kalau begitu efeknya begitu, langsung lah praktek step by step diajari oleh mentor. Mentor inilah mereka yang sudah mengalami,pahit manisnya, suka duka nya, mengecewakan atau membanggakan dari proses hingga dia menjadi MASTER. Akibat nya dia bisa menunjukkan yang tepat, inilah cara yang paling Cepat.

4. Belajar Secara Tidak Langsung.
Seperti CD Audio,Buku,Dvd. Cara belajar yang keempat inilah yang paling banyak, Kenapa paling banyak?, misalnya ada Orang menulis buku, rata-rata umur seorang penulis buku adalah sekitar 40tahun, kalau Anda menyatakan sering membaca buku 1000 buku, sebenarnya Anda baru belajar 40.000 tahun pengalaman Orang. Ini cara yang paling banyak, Dan yang menarik, Cd audio ataupun Dvd ataupun Buku mereka setia setiap saat, mereka ada di lingkungan Anda kapanpun Anda mau Anda bisa baca lagi, bisa dengarkan lagi, bisa ulangi lagi, Anda bisa terus menerus belajar dari yang terbaik.

Ketika semuanya sudah dijalani, sudah dipraktekan, apakah Anda akan menjadi yang terbaik? jawabannya “Belum tentu” tapi minimal Anda menjadi lebih baik Dari Orang Rata-rata. Nah disini, Situasi atau kondisi bukan untuk membuat Kita menghentikan kita, tapi membuat kita berlatih menjadi lebih baik, misalnya patokannya basket,”pak,kalau saya sudah belajar dari yang terbaik, saya kepengen menjadi pemain basket yang terbaik, dan saya punya goal dan alasan yang jelas juga, dan saya belajar dari orang-orang yang terbaik, tapi tinggi saya cuma 160cm secara alamiah kan saya kalah pak dengan yang tinggi nya 2meter” , “yes, tapi minimal kalau Anda berlatih dengan sangat-sangat keras, dan Anda punya Goal yang jelas dan alasan yang sangat kuat dan Anda belajar dari yang terbaik, dengan cara Amati Tiru Modifikasi tadi, minimal di antara orang-orang yang tingginya 160cm Anda jadi yang terbaik, Bahkan mungkin dibanding yang tinggi nya 2meter tapi dia tidak berlatih dengan baik dia tidak punya alasan yang sangat kuat dan dia tidak mempunya Goal menjadi yang terbaik, Anda bisa mengalahkan mereka”
Disini Kuncinya, kondisi,lingkungan,situasi tidak menghambat kita tapi melainkan untuk memacu kita melakukan hal yang lebih baik, lebih keres, lebih cerdas, dan ketika kita lebih keras dan lebih cerdas hasil nya kan lebih baik.

Semoga bermanfaat 🙂

jika merasa bermanfaat, silahkan share ke teman Anda ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: