Jadi Pemimpin Dalam Hidup

Menjadi pemimpin di dalam hidup ada 3 hal yang harus dilakukan :
1. Anda Tau dimana Anda berada,Anda tidak memperburuk situasi,Anda tidak memperbaiki situasi dalam arti Anda tidak mengatakan hal-hal baik padahal kejadiannya buruk, Anda mampu melihat apa adanya yang terjadi.
2. Anda Tau kemana Anda pergi, atau Anda memiliki Visi/goal yang sangat jelas.
3. Anda berdaya atau Anda punya sumber daya

keterangan yang pertama Tau dimana Anda berada maksudnya : Misalnya Anda berat badannya kelebihan 20kg ya Anda mengakui bahwa “Saya kelebihan berat badan 20kg” bukan memperbaiki keadaan terus Anda ngomong “Saya ini gemuk tapi saya sehat kok” kalau Anda ceritanya sudah memberikan kata-kata seperti itu Anda tidak termotivasi untuk langsing. Gemuk ya Gemuk. Misalnya Anda kekurangan uang kemudian Anda ngomong gini “ndak papa kok saya miskin tapi bahagia”, No Anda miskin ya miskin, kurang duit ya kurang duit. Anda tidak perlu menetranisir keadaan. Kembali lagi, Otak kita hanya cari nikmat menghindari sengsara, ketika sesuatu hal yang nikmat kita akan kejar ketika sengsara kita akan menghindar tapi ketika sengsara dan nikmat dicampur otak kita jadi bingung jadi netral dan kita tidak bergerak menuju ke arah yang kita inginkan.

ketika Anda ditolak misalnya pendekatan dengan wanita yang Anda inginkan Anda ditolak 6x kemudian Anda ngomong kepada diri sendiri untuk menetralisir keadaan “Ah,mereka memang cewek matre kok, mereka cuma mau sama orang-orang yang punya uang banyak, saya juga engga suka sama cewek yang matre” celaka kalau kita menetralisir bahwa kita punya Goal kemudian meringankan Goal tadi dengan membuat Goal tadi seolah-olah jadi Negatif, Anda akan susah sekali mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Kemudian syarat kedua menjadi pemimpin itu adalah Kita tau kemana kita mau pergi,kemana Goal kita yang sangat jelas. Contohnya ketika Anda mempunyai Goal ,Yes saya harus turun 20kg, Kemudian Anda memberikan jangka waktu yang wajar, Mungkinkah Anda 1 hari turun 20kg ? Mungkin saja Tapi bisa jadi caranya tidak wajar, kalau Anda punya alasan yang sangat kuat kreatifitas Anda akan meledak dan Anda bisa mencapai Goal Anda dengan sangat-sangat Cepat. kembali lagi dengan alasan yang sangat kuat.

sebagai contoh : Ketika Anda punya 1 hari harus turun 20kg, banyak orang yang bilang “Tidak mungkin” tapi kalau mendadak Anda punya alasan yang sangat kuat, alasan sangat kuat inilah cari nikmat dari sengsara kalau sengsaranya jelas sekali nikmatnya jelas sekali, bisa jadi Anda ketemu caranya.
contoh nya alasan yang sangat kuat adalah kembali lagi cari nikmat dari sengsara misalnya kenikmatannya kalau Anda berhasil 1hari turun 20kg Anda akan mendapatkan Hadiah 100miliar rupiah cash. Kemudian ditanya siapa yang mau berfikir caranya ? semua pasti akan menjawab “saya!!!” padahal awalnya dia tidak mau berpikir, tetapi mendadak menjadi mau berpikir. Tapi kembali lagi Otak kita 80% menghindari sengsara, kalau sengsaranya sangat kuat sekali Anda pasti akan bergerak menghindari kesengsaraan tadi dan kretifitas Anda meledak. Diberikan kesengsaraan, kalau sekarang 1 hari tidak bisa turun 20kg Anda akan dihukum mati.

Dihukum mati nya bukan dengan cara ditembak “Dorrr”, tapi disilet-silet 1centi 1centi diperas jeruk dikasih jeruk nipis kemudian dikasih garam dan kalau 1 jam tidak meninggal dunia, Anda dijemur terus dimasukan lagi disilet-silet lagi secara vertikal 1centi 1centi lagi lalu dikasih cuka,pokoknya sampai mati. Coba bayangkan sengsaranya kemudian ditanya kembali siapa yang bisa badannya turun 20kg dalam 1 hari dan kalau tidak bisa dihukum mati seperti tadi? semua akan menjawab “SAYA…!!!!” terus ditanya lagi “caranya?” terus ada yang jawab “lari engga mungkin,berdoa apalagi” “terus bagaimana?” mendadak ada yang menjawab “potong kaki kanan pak, masih kurang potong kaki kiri, masih kurang lagi potong tangan kanan, kurang lagi , potong tangan kiri sampai turun 20kg”
terus ditanya lagi “kalau kaya gitu Anda kehilangan kaki dan tangan dong” “ya lebih baik pak, daripada dihukum mati dan disilet-silet seperti tadi” ketika alasan nya sangat kuat, mendadak keluar caranya sendiri.
Ketika tau kita kemana mau pergi, kita butuh alasan yang sangat kuat, sekali lagi untuk mencapai apa yang kita inginkan.

syarat yang ketiga adalah , kita berdaya atau sumber daya, maksudnya, berdaya itu bukan situasi dan kondisi, sekali lagi banyak yang ngomong kondisi nya tidak memungkinkan saya untuk berdaya mereka memberikan alasan segudang, mereka menyalahkan situasi mereka lebih membenarkan orang lain tanpa mau belajar. padahal di dalam kesempatan yang sama kita melihat banyak orang yang dalam kondisi sama bahkan lebih sulit dari mereka ternyata mereka bisa mencapai Goal nya , apa bedanya ? orang yang tanpa daya dengan orang yang berdaya ?
orang yang tanpa daya mereka tidak memiliki alasan yang sangat kuat, kemudian mereka tidak tahu caranya,dan kalau mereka punya alasan yang sangat kuat mereka akan berdaya.

Yang orang nya kita beri contoh sebagai orang yang bedaya ternyata adalah tak berdaya apa yang dia lakukan kalau kita beri contoh orang yang sukses ? , bukannya dia mau belajar malah dia ngomong kaya gini “oh jelas aja,dia anaknya orang kaya, sekolah di luar negeri,bahasa inggris lancar,kenalan anak mentri, jelas aja dia sukses” pertanyaan nya : “ada gak anak nya orang miskin dan tidak kaya?” jawabannya “Ada” tapi karena dia terbiasa membenarkan orang lain lebih hebat tanpa dia mau belajar dia sering kali gunakan kata-kata “ah tentu saja,sudah semestinya,sudah jelas,sudah sepantasnya” dia membenarkan orang lain lebih hebat maka dia ngomong bagimana? “Oh itu anaknya orang miskin,yang sukses itu toh,tidak heran, lah karena dia anaknya orang miskin, makanya daya juangnya kuat” kemudian kita tanya “lah, kamu gimana?” “lah,mohon maaf, saya ini kan anak nya menengah makanya daya juangnya cukup menengah doang” nah, dia mulai beralasan, dia membenarkan orang lain lebih hebat dan kemudian dia beralasan. Orang yang tidak berdaya ini sebetul nya ketika dia beralasan sering kali adalah kebenaran, misalnya dia ngomong “lah saya masih umur 19 tahun kok, saya kan masih muda, saya kan engga punya pengalaman, ya, saya engga bisa sukses dong”.
Bener dia masih umur 19, bener juga dia engga punya pengalaman, bener dia masih muda. pertanyaannya “Ada gak orang yang umur 19 atau bahkan lebih muda tidak punya pengalaman ? ternyata dia bisa sukses waktu dia umur masih muda” Banyak sekali orang-orang sukses yang dimuali dari sangat-sangat muda, orang yang tak berdaya dia akan fokus menceritakan hal-hal kenapa kok dia tidak sukses, kenapa dia kok tidak perlu take acion ?

Kemudian sebagai contoh lagi, ketika orang tadi sudah menjadi tua dan sudah penuh pengalaman umurnya 65 tahun, Kemudian kita tanya “lah, sekarang 65tahun kenapa kamu kok tidak mau usaha sendiri, kenapa kamu tidak Take Action, kenapa kamu tidak melakukan hal-hal yang membuat kamu menjadi sukses?” dia akan menjawab “ya gimana ya, saya kan umur 65 , kan sudah terlanjur tua” betul sekali umur 65 dibanding 19 ya pasti dia jauh lebih tua, apa yang dia omong adalah kebenaran, tapi kebenaran disini orang-orang yang tidak berdaya mereka ngomong kebenaran tidak ada gunanya sama sekali, satu-satu nya gunanya kata-kata mereka adalah untuk membuat Mental Block sedemikian besarnya, Tembok raksasa di depannya dia, sehingga dia tidak perlu melangkah, kalau dia tidak perlu melangkah hasilnya NOL (0) .

Semoga bermanfaat 🙂

Jika merasa bermanfaat, silahkan Share ke teman Anda ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: