Hypnotic Closing Patterns

Hypnotic closing patterns adalah pola-pola kalimat yang punya efek mempengaruhi perasaan calon customer, agar calon customer bisa lebih cepat mengambil keputusan untuk membeli. Dan tentu saja mereka tetap merasa nyaman, karena kita sesungguhnya sedang mempengaruhi mereka,tanpa mereka merasa dipengaruhi.

kita pun sesunggunya sedang memerintah mereka untuk segera mengambil keputusan membeli,tentunya tanpa mereka merasa diperintah. karena memang tidak ada kalimat perintah dari kalimat yang diucapkan.

Bagaimana Hypnotic Closing Patterns itu?

  • Pola kalimat “Jangan”
    jangan

    Hampir semua pengiklan,pasti berusaha mati-matian meyakinkan calon customer nya agar mau percaya kepada mereka sehingga mau membeli produk mereka. Mereka akan berusaha keras mengeluarkan rayuan mautnya, agar calon customer mereka benar-benar tertarik sehingga memutuskan untuk membeli.

    Tapi, penawaran itu berpotensi kuat mengganggu orang. Semakin banyak kalimat rayuan yang dikeluarkan oleh seorang penjual ,semakin cepat jenuh calon customer. Di pola kalimat “Jangan”, kita justru melakukan yang sebaliknya.

    “Menurut teman-teman yang sudah coba sih katanya bagus mbak, ini kata mereka(tunjukkan testimoninya). Tapi ya tentu Jangan langsung percaya sebelum mbak coba sendiri,itu kan kata mereka ya mbak…”

    “mbak Engga perlu langsung beli, kalau mbak memang engga butuh jamu penghilang lemak ini. karena setelah sebulan mengonsumsi jamu ini selama sebulan, ukurang celana saya turun 3 nomor.”

  • Pola kalimat “Semakin
    Di pola kalimat ini, kira berusaha mendesak calon customer untuk segera melakukan transaksi. tapi kita tetap perlu menjaga pilihan kata kita agar tetap elegan dan tanpa ada kesan perintah untuk membeli.

    “Kalau saya boleh saran,kaos yang kuning tadi lebih cocok untuk mbak. Karena kulit mbak kan putih,jadi akan Semakin ceria kalau pakai kaos kuning itu.

    “ini ternyata stoknya tinggal sedikit mas, jadi  Semakin cepat mas transfer, Semakin cepat juga barang dikirim ke alamat mas.”

  • Pilihan “ilusi”
    pilihan
    Salah satu kesalahan besar para penjual adalah dengan menanyakan pertanyaan tertutup “Ya” dan “tidak”.
    pertanyaan ini tentu menghasilkan potensi 50:50. nah, kita pastinya engga mau dong cuma dapet potensi 50 dan pasti nya ingin potensi keberhasilan nya diatas 80% dong.
    maka kita tidak akan mengajukan pertanyaan tertutup seperti “mbak, jadi beli celananya?”

    Kita akan mengajukan pertanyaan terbuka yang bersifat pilihan, seperti ini contohnya:

    “mbak,rencananya mau ambil yang kuning tadi atau mau yang merah ?”
    “mas, untuk transfernya butuh mandiri,bca,atau bri mas?”

    Dan pertanyaan sejenisnya yang menyajikan 2 pilihan atau lebih.sehingga akhirnya calon customer akan cenderung mengambil salah satu dari beberapa pilihan yang kita berikan.

  • Pertanyaan “Perintah”

    Karena di dalam penjualan online kita akan sangat tergantung pada kata-kata dalam bentuk tulisan , maka kita perlu menyadari apapun yang kita tulis. Kita perlu menyadari setiap tanda baca yang kita gunakan dalam bentuk tulisan kita.
    Dan sekarang kita ingin memberikan perintah kepada calon customer dan setiap kalimat perintah,
    selalu menggunakan tanda seru(!) di akhir kalimat.
    contoh:
    “kirimin nomor hape hp si A dong!”
    “ntar kerumah ku ya!”

    Sebenarnya kita bisa memberikan perintah tanpa tanda seru sebagai kalimat perintah. karena pada dasarnya, kebanyakan orang engga suka diperintah. Bahkan ketika sudah menggunakan kata “tolong”. karena setiap penggunaan kata “tolong” pun, selalu menggunakan tanda seru(!) di akhir kalimat.
    “mbak, tolong kirim alamat lengkap nya ya!”
    “mas, tolong bawain pulpen ya!”

    Lalu, bagaimana cara nya agar kita bisa memerintah seseorang tanpa orang itu merasa  diperintah?
    Simple jawabannya, Gunakan tanda tanya (?) bukan tanda seru(!).
    Loh,emang nya bisa ? tentu bisa dong.
    Gini caranya :

    “mas, setelah transfer siang ini boleh kabari saya ya ?” jauh lebih nyaman dari kalimat “kabari saya ya jika sudah transfer!”
    “mbak,jika sudah transfer boleh kirim struk nya ya ?”

    Dan kalimat sejenisnya, jadi yang akan kita buat adalah semua kalimat tanya yang mengarah pada perintah untuk melakukan sesuatu. jauh lebih nyaman dari kalimat dengan kata “tolong” sekalipun.
    Dengan begini , kita bisa menjaga keakraban dengan customer, karena mereka sangat nyaman ketika berinteraksi dengan kita.

  • Pola “Kata orang”
    Calon customer itu lebih percaya apa kata orang dibanding apa kata kita. jadi kita bisa memanfaatkan itu untuk membuat mereka lebih cepat memgambil keputusan untuk membeli. itu kenapa di Covert selling salah satu alat yang paling efektif untuk memainkan perasaan calon customer kita . perasaan calon customer kita akan jauh lebih mudah termainkan ketika ada orang lain yang mengatakan sesuatu tentang sebuah produk. ini berlaku untuk negatif dan positif, artinya calon customer akan lebih percaya ketika ada orang yang membicarakan sesuatu yang positif dan negatif tentang sebuah produk.

    Testimoni customer ini kita bisa gunakan dengan menceritakan dengan tulisan biasa atau dengan capture/screenshot.untuk yang pakai capture/screenshot pasti sudah paham lah kaya gimana.
    untuk contoh testimoni dengan tulisan biasa , kurang lebih seperti ini:

    “Kemaren saat ngaterin anak ke sekolah, ada orang tua murid yang nyamperin saya. “Bu,perawatan dimana sih wajahnya? saya perhatiin kok makin kinclong aja.” ya saya bilang, saya engga perawatan dimana-mana cuma dirumah aja kok minum jamu “sinar-sinaran” doang. seneng banget ada yang merhatiin. hihihi”

    nah, kalimat yang huruf nya di besarin itu adalah pola “Kata Orang”.
    Satu hal yang perlu diperhatikan adalah,semua pola kalimat diatas akan semakin efektif jika dilatih terus menerus. semakin sering dilatih , maka kita akan semakin cantik memainkannya di setiap aktifitas penjualan.

    semoga bermanfaat 🙂

    jika merasa bermanfaat, silahkan share ke teman kamu ya ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: